MENGENAL HURUF JEPANG
Halo. Selamat datang di TADOTSU GAKUEN. Kalo minasan pernah lihat NIHONGOKURASU (
http:/nihongokurasu.blog.m3-access.com)
artikel berikut ini saya copy dari sana. Dulu yang nulis saya juga sih,
tapi karena BLOG M3 susah diakses dari luar Indonesia, akhirnya saya
gantilah namanya jadi Tadotsu Gakuen \(^_^)/
よしゃ!Kali ini kita
akan mempelajari huruf / aksara yang dipakai dalam penulisan Bahasa
Jepang. Minasan sudah tahu? Pernah belajar?

Kalau
minasan lihat gambar di samping, itu semua adalah contoh huruf Jepang.
Nomor 1, 2, 3, dan 4 semuanya dibaca SAKURA artinya bunga sakura. Jadi
dalam Bahasa Jepang huruf yang digunakan 4 macam, yaitu Kanji, Hiragana,
Katakana dan Romaji (atau ada juga yang menyebutnya Romanji). Lhoh, kok
banyak banget ya hurufnya? Hehehe, iya memang dan susahnya
keempat-empatnya tuh dipakai semua dalam Bahasa Jepang.
Ceritanya
nih duluuuu sekali, orang Jepang tidak punya karakter tulisan untuk
menuliskan Bahasa Jepang. Mereka cuma mengenal cara menggambar yang
sangat tidak praktis. Coba bayangkan, kalau misalnya mau nulis “pada
jaman dahulu kala, tinggallah seekor singa galak, kejam, bringas -namun
sayang kepada teman-temannya- bersama 30 ekor keluarganya di hutan yang
sangat lebat”, trus nulisnya pake gambar gimana hayo.... Susah kan ya
^_^

Orang
Jepang kemudian berpikir cara yang lebih praktis. Mereka akhirnya
berpikir untuk memakai huruf China dan mengirimkan orang-orangnya untuk
belajar huruf China.
Huruf China yang mereka pelajari dan kemudian
nanti dikenal dengan nama Kanji ini, tidak serta merta langsung
digunakan dalam Bahasa Jepang. Ini nih yang agak perlu pemahaman. Orang
Jepang cuma mengambil karakter huruf-nya saja, tidak mengambil bunyinya
(ada sedikit ding). Makanya kalau ada huruf 人 yang artinya
“orang/manusia” orang Jepang membacanya “hito” atau “nin” atau “jin”
sementara orang China (kalo ga salah ni) membacanya “ren”. Walaupun pada
akhirnya nanti ada beberapa cara baca China yang juga diadopsi ke
Bahasa Jepang (selengkapnya akan dibahas lain waktu di materi Pengenalan
Kanji).
Itulah kenapa pembelajar Bahasa Jepang yang berasal dari
negara yang menggunakan huruf Kanji, misalnya China, Korea, Taiwan dsb
akan lebih cepat menguasai Bahasa Jepang. Alasannya selain artinya yang
masih kebanyakan sama atau mirip, bunyi atau cara bacanya pun
kadang-kadang juga masih mirip (makanya dulu ada siswa saya yang
keturunan China yang hampir mengalahkan saya pas urusan cara nulis
Kanji, tapi kalo cara bacanya dsb, masih pinter senseinya dong,
wakakakak).
Itulah, huruf Kanji akhirnya digunakan dalam Bahasa
Jepang. (cerita di atas itu ‘katanya’ lho, ya, soalnya pas kejadian saya
belum lahir, jadi ga tau bener ato tidaknya^^ nanti saya cek lagi ke
beberapa buku lainnya, hehehe)
Sekarang kita bahas satu per satu ya.
Yang
pertama, Kanji. “Kan” artinya “China”, “Ji” artinya “Huruf”, jadi kanji
asal katanya berarti huruf China (makanya jangan pakai embel2 kata
“huruf “ lagi ya, ‘HURUF Kanji’ itu cara penyebutan yang salah, yang
betul KANJI saja).
Kanji ada yang cuma terdiri dari 1 coretan
(kanji 1 atau ichi misalnya) ada juga yang sampai satu huruf terdiri
dari lebih dari 32 coretan (hhuuaww....)
Tiap kanji biasanya
sudah berdiri sendiri dan punya cara baca serta arti sendiri-sendiri,
tapi jangan heran kalau ada juga sebuah Kanji yang punya tiga, empat
atau mungkin lebih dari lima cara baca. Ini tidak sulit kok! Tidak
seperti kelihatannya. Bahkan kalau sudah belajar nanti belajar Kanji
jadi salah satu hal menarik ketika kita belajar Bahasa Jepang. Kanji tuh
keren loh, ga susah lagi. Lain kali kita akan bahas lebih lanjut
tentang Kanji ya...
Kembali ke pembahasan tentang huruf Jepang.
Huruf kedua adalah Hiragana. Hiragana merupakan penyederhanaan dari
Kanji. Untuk beberapa alasan orang Jepang merasa Kanji tidak begitu
praktis untuk digunakan dalam beberapa kesempatan, makanya mereka
menyederhanakan Kanji menjadi Hiragana. Dulunya Hiragana cuma dipakai
oleh cewek, tapi akhirnya berkembang jadi boleh dipakai siapa saja.
Tidak
seperti Kanji yang tiap huruf punya arti, Hiragana lebih mirip Aksara
Jawa kita. Tiap huruf punya satu bunyi yang dihasilkan dari vokal dan
konsonan. Hurufnya berbunyi menurut baris A I U E O, KA KI KU KE KO, SA
SHI SU SE SO, dst. (untuk lebih jelasnya lihat bagian 2 pelajaran
mengenal Hiragana).
Hiragana terdiri dari 46 huruf / karakter
utama. Selain itu cuma turunan dari karakter utama yang bisa dipelajari
perubahannya. Jika huruf di baris KA, SA, TA, dan BA diberi tenten
(dibaca: tengteng) atau chonchon (chongchong) yaitu dua garis kecil di
kanan atas yang mirip tanda kutip, maka bunyi huruf tersebut menjadi
lebih berat. KA menjadi GA, SA menjadi ZA dsb. Ada 20 huruf seperti ini,
dan dinamakan karakter dakuon.
Jika pada baris BA, tenten-nya
diganti dengan maru (lingkaran) maka suara menjadi lebih berat lagi, PA
PI PU PE PO dsb. (lihat gambar tentang hiragana di artikel bagian 2).
Selain
huruf di atas, ada satu jenis karakter lagi yang diperoleh dengan
menggabungkan huruf-huruf yang berbunyi akhiran I ditambah YA, YU, atau
YO kecil. Karakter Hiragana ini dinamakan karakter Yoon.
Yang
perlu diperhatikan ketika kita mengetikkan Hiragana di komputer adalah
huruf CHI yang diberi tenten bisa muncul jika kita mengetikkan DI, TSU
tenten muncul jika kita mengetikkan DU, WO (partikel O) muncul jika kita
ngetikkan WO, dan N muncul jika kita mengetikkan NN.
Untuk
fungsinya, Hiragana digunakan penuh oleh mereka yang baru belajar Bahasa
Jepang dan belum belajar Kanji. Hiragana juga dipakai di atas Kanji
(disebut okurigana) untuk menunjukkan cara baca Kanji tersebut.
Partikel-partikel dan kata-kata asli Bahasa Jepang bisa dengan bebas
kita tulis menggunakan Hiragana, dsb. Begituu...
Itu Hiragana
ya..... Terus selain Kanji dan Hiragana, ada juga Katakana. Katakana ini
sekarang dipakai untuk menuliskan kata-kata serapan dari bahasa asing,
nama-nama orang asing, nama-nama spesies walaupun aslinya menggunakan
Bahasa Jepang, kata-kata asli Bahasa Jepang yang berkonotasi negative,
dan kata-kata Bahasa Jepang yang mendapatkan penekanan dalam suatu
kalimat.
Cara dan aturan penulisannya mirip dengan Hiragana (lihat bagian pelajaran Mengenal Katakana).
Satu
huruf lagi adalah Romaji atau juga ada yang menyebut Romanji. “Roma”
adalah nama “Kota Roma” di Italia. Yang dimaksud Romaji adalah huruf
yang terdiri dari alphabet A sampai Z sama seperti yang setiap hari kita
gunaka di Indonesia. Kalau cara nulisnya ga perlu belajar kan ya.
Orang
Jepang kadang-kadang menggunakan Romaji di kesempatan dia tidak bisa
memakai karakter Bahasa Jepang, misalnya pas ngirim sms atau e-mail
pakai HP ataw komputer Indonesia yang ga ada Japanese Character-nya. Di
tempat2 umum di Jepang, kadang2 penunjuk jalan atau arah juga disediakan
versi Romaji-nya untuk memudahkan orang asing.

Yang
mungkin diperhatikan adalah ada beberapa orang Jepang yang versi
tulisan Romaji-nya berbeda walaupun cara baca atau pelafalannya sama.
Lengkapnya lihat table di bawah ya. Ada beberapa cara penulisan
(romanisasi) yang berbeda, tetapi cara bacanya tetep sama.
Jadi,
itsumo bisa juga ditulis itumo, tsuzukimasu bisa ditulis tsudukimasu, ja
mata ashita bisa ditulis jya mata asita, watashi bisa juga ditulis
watasi, machi bisa ditulis mati, dsb. Itu jugalah kenapa, ketika kita
menggunakan komputer dan akan memunculkan huruf zu (づ) yang harus kita
ketik (jika tidak menggunakan keyboard Jepang) adalah huruf du (D+U).
Begitu juga ketika mau nulis tsu (つ) maka kita bisa pake tuts keyboard
tsu (T+S+U) atau tu (T+U) saja.
Jika minasan uda selese baca materi ini, silakan dilanjutkan dengan materi bagian 2 ya.
それでは、にほんごの べんきょうを がんばって ください ね。 d(^_^)b
Catatan:
Dalam kalimat bahasa Jepang, kadang tulisan dalam bentuk Hiragana /Katakana dan Kanji, mempunyai pengucapan khusus.
Huruf N (ん/ン) bisa dibaca N, NG, atau M. Secara umum dibaca NG, kecuali ketika bertemu dengan konsonan B atau P dibaca M.
にほん nihon, dibaca: nihong / nihon (jepang)
みんな minna, dibaca: minna (semua orang)
しんぶん shinbun, dibaca: shimbung (surat kabar)
せんぱい senpai, dibaca: sempai (senior)
かんけん kanken, dibaca: kangkeng (pencarian kanji)
Misalnya
bunyi SU すdari DESU です dari akhiran kata kerja MASU ます, dibaca DES dan
MAS saja (ada juga beberapa orang yang tidak menghilangkan bunyi U di
kata itu). Begitu juga untuk kata GAKUSEI がくせい menjadi dibaca GAKSEI.
Lalu beberapa bunyi I dari SHI yang bertemu konsonan T menjadi
dihilangkan. Contoh: HAJIMEMASHITE はじめまして dibaca HAJIMEMASHTE,
OWARIMASHITA おわりました dibaca OWARIMASHTA, ARIGATOU GOZAIMASHITA
ありがとう ございました dibaca ARIGATOU GOZAIMASHTA dst.
Aturan lain yang
perlu diingat adalah tentang partikel WA, E dan O, yang ditulis
menggunakan HA は (tapi dibaca WA), HE へ (dibaca E) dan WO を (dibaca O
atau WO). Contoh dalam kalimat:
わたしは がくせい です。 Saya adalah pelajar.
バンドンへ いきます。 Pergi ke Bandung.
ごはんを たべます。 Makan nasi.
こんにちは。 Selamat siang.
こんばんは。 Selamat malam.